Memperhatikan Kesehatan Ibu Hamil Pada Masa Awal Kehamilan

kesehatan ibu hamil

Awal kehamilan memang bikin pusing. Bunda patut bersyukur mempunyai suami yang memperhatikan masa kehamilan Bunda. Bisa menjadi tempat sekaligus tempat untuk mendampingi Bunda setiap waktu mengeluhkan kehamilan yang dirasakan. Suami yang perhatian bagi ibu hamil adalah anugrah, tidak semua suami memiliki tabiat yang satu ini. Terutama masalah kesehatan ibu hamil. Kesehatan ibu hamil adalah hal yang sangat utama untuk Bunda perhatikan. Semuanya demi Bunda dan calon buah hati agar selalu sehat dan diberikan kelancaran saat persalinan nanti.

Ibu hamil sehat merupakan dambaan setiap Bunda. Ibu hamil yang sehat bukan berarti harus makan-makanan dengan kadar banyak ataupun mahal. Banyak sekali mitos-mitos kehamilan yang berkembang bahwa makan belut tidak boleh dilakukan. Tapi faktanya adalah sangat dianjurkan, karena dalam nutrisi yang terkandung dalam belut banyak sekali protein yang terkandung di dalamnya.

Berhati-hati Menjaga Kesehatan Saat Awal Kehamilan

Rasa bahagia bagi Bunda yang sedang merasakan masa awal kehamilan jangan sampai menjadikan stress atau terlalu memanjakan diri. Memang untuk masa awal kehamilan demi kesehatan ibu hamil harus ekstra hati-hati dalam melakukan semua aktivitas yang berhubungan dengan aktivitas fisik. Karena ini dapat memicu terjadinya keguguran pada janin. Awal kehamilan sangat rentan, jadi Bunda harus ekstra hati-hati menjaga kesehatan kehamilan bunda.

Aktivitas-aktivitas kecil yang sebaiknya jangan Bunda lakukan apabila dalam kondisi awal kehamilan adalah:

Berolah raga terlalu over
Ada waktunya nanti Bunda boleh melakukan olah raga yang dirasa cukup untuk keadaan Bunda dan calon buah hati, yaitu pada usia kandungan yang sudah menginjak enam bulan keatas. Namun apabila usia kandungan Bunda masih di awal kehamilan hendaklah melakukan aktivitas olah raga yang secukupnya saja.

Mengangkat cucian dari dalam ember
Tanpa mengurangi pekerjaan Bunda sebagai ibu rumah tangga, kegiatan mencuci merupakan agenda rutin. Apabila memang Bunda tidak memiliki asisten rumah tangga dirumah. Untuk aktivitas ini juga disarankan untuk tidak mengangkat hasil cucian yang akan di jemur  terlalu berat. Bunda bisa lakukan ini sedikit demi sedikit.

Menggendong Anak
Apabila kehamilan Bunda bukan yang pertama, biasanya kakak yang masih kecil sering rewel dan menangis minta di gendong. Apabila ini sering terjadi, jangan sering juga untuk Bunda menggendong kakak, Bunda bisa minta tolong asisten rumah tangga, ataupu suami di saat suami sedang berada di rumah.

makanan sehat ibu hamil
Sumber Gambar: id.wikipedia.org

Mitos-mitos dan larangan konsumsi makanan untuk Kesehatan Ibu Hamil

Adakalanya hidup di jaman modern seperti ini masih percaya dengan mitos. Untuk mitos larangan makanan yang tidak boleh dimakan oleh ibu hamil pun banyak berkembang pesat di masyarakat. Ini semua terjadi karena budaya dan adat istiadat yang notabene nya Indonesia adalah Negara yang penuh dengan budaya dan adat istiadat. Mitos makanan yang di larang untuk dimakan oleh ibu hamil sangat beragam, dan ini Bunda harus teliti dalam memilih dan menanyakannya kepada ahlinya, yang tentunya kepada dokter spesialis, dimana makanan tersebut boleh dimakan atau tidak, apakah sebuah mitos atau kah sesuatu asupan yang sangat berguna untuk awal kehamilan Bunda.

Seringkali terjadi di masyarakat antara mitos dan fakta tentang makanan yang boleh dan tidak boleh untuk di konsumsi untuk ibu hamil. Tetapi yang jelas kesehatan ibu hamil di dukung peran penting dari Bunda sendiri yang aktif. Serta dukungan seluruh anggota keluarga yang ikut menjaga kesehatan kehamilan Bunda.

Bunda yang cerdas akan selalu menjaga kesehatan ibu hamil dan calon buah hati. Sering seringlah berkonsultasi ke dokter apabila ini merupakan awal kehamilan Bunda. Jaga pola hidup dan makan adalah sesuatu yang wajib Bunda lakukan di saat masa awal kehamilan. Jangan sampai perjuangan Bunda sia-sia demi mendapatkan titipan anugerah buah hati yang dinanti. Karena kesehatan ibu hamil di masa awal kehamilan akan menentukan unruk fase-fase kehamilan berikutnya. Jadilah Bunda yang siaga, karena yang menjadi siaga bukan hanya suami, melainkan dari Bunda sendiri juga harus bisa berperan aktif untuk mewujudkannya.