Inilah Penyebab Torch Ibu Hamil dan Bahayanya

Hampir semua ibu hamil mengenal apa itu torch. Yah, benar sekali, torch merupakan suatu penyakit yang datang saat kehamilan Bunda. Dan yang paling Bunda tentang torch adalah munculnya bercak-bercak bergaris merah pada perut atau paha. Namun bukan hanya sebatas itu Bunda harus mengetahui tentang tocrh ibu hamil yang perlu Bunda ketahui.

Ternyata torch menyerang bukan hanya pada bagian-bagian tertentu pada masa kehamilan. Banyak juga kasus torch menyerang ibu hamil pada seluruh anggota bagian tubuh bunda saat hamil. Dan tidak hanya itu, ternyata torch juga berbahaya kepada calon buah hati yang di kandung Bunda.

torch pada ibu hamil

Penyebab torch yang Bunda wajib ketahui

Untuk mengenal apa saja penyebab dan indikasi yang nyata yang dapat Bunda ketahui saat datang torch saat masa hamil adalah dengan memperhatikan gejala fisik pada seluruh anggota badan Bunda. Sebab torch adalah penyakit luar, namun akan beresiko juga pada janin yang ada dalam kandungan.

Dan di bawah ini akan di ulas beberapa torch pada ibu hamil yang cukup berbahaya bila tidak Bunda sadari berdasarkan beberapa referensi tentang torch serta gejala serta bahaya yang akan di timbulkannya. Sebelumnya, pengertian torch adalah singkatan dari Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus atau CMV dan Herpes simplex.

Di mana singkatan tersebut merupakan penyakit-penyakit yang sering menyerang Bunda saat masa kehamilan datang. Dan daya tahan tubuh yang lemah adalah salah satu penyebab datangnya penyakit torch menginfeksi kehamilan Bunda. Serta dengan mudah dan berisiko pada janin. Oleh sebab itu, kesehatan ibu hamil harus tetap di jaga, untuk lebih mengenal apa itu tourch secara keseluruhan simak beberapa ulasan penting di bawah ini.

Toksoplasma

Toksoplasma umumnya menumpang hidup pada hewan seperti anjing, kucing, atau babi. Oleh sebab itu, sebaiknya Bunda perhatikan apabila Bunda merupakan tipe yang suka dengan hewan peliharaan. Bunda sebagai pemilik hewan peliharaan ini memiliki risiko terjangkit Torch lebih tinggi dari Ibu hamil lainnya. Meski begitu, bukan berarti Ibu langsung positif terkena Torch, itu tidak. Semuanya tergantung Bunda dalam menjaga kebersihan hewan peliharaan dan daya tahan tubuh Bunda semenjak awal kehamilan.

Rubella

Sebenarnya virus ini dikenal sebagai campak di Negara Panser Jerman. Gejala fisik yang dapat dilihat adalah munculnya ruang kemerahan di wajah, lengan, dan kulit kepala seperti campak pada umumnya. Sayangnya, tidak semua ibu hamil menunjukkan gejala tersebut. Sebagian besar hanya merasakan demam ringan yang diikuti pusing, pilek, mata merah dan nyeri pada persendian yang berlangsung selama dua hingga tiga hari dan sering kali disepelekan karena gejalanya mirip flu. Padahal, virus satu ini dapat menular lewat udara, air liur, dan feses.

torch pada ibu hamil

Cytomegalovirus/CMV

Untuk virus jenis ini adalah penyakit yang sering menginfeksi seseorang sejak anak-anak. Maka dari itu, sebagian besar orang memiliki kekebalan terhadap virus tersebut ketika dewasa dan selama daya tahan tubuh tetap terjaga dengan baik, virus ini tak akan menginfeksi kembali. Gejala CMV mirip dengan flu. Namun, ada juga CMV yang muncul tanpa gejala. Sayangnya, penyakit ini hanya dapat dideteksi dengan tes darah.

Virus CMV dapat ditularkan melalui darah, ludah, urin, ASI, bahkan hubungan seksual. Meski dokter beranggapan virus ini hanya menyebabkan gangguan pencernaan pada 10% bayi dari kasus yang terjadi, serangannya harus tetap diwaspadai. Terlebih lagi, jika CMV menyerang kesehatan wanita hamil di trimester pertama, virus ini dapat menimbulkan komplikasi yang dapat berakibat sangat fatal untuk ibu hamil.

Herpes simplex

Dan satu lagi Torch jenis ini paling banyak kita temui untuk kasus ibu hamil di Indonesia. Penyakit yang dikenal sebagai Herpes ini dapat terlihat di sekitar mulut atau sekitar organ intim. Sayangnya, virus ini sama seperti CMV, dapat timbul dengan atau tanpa gejala. Sehingga, serangannya baru dapat diketahui ketika gejalanya muncul ke permukaan kulit. Virus ini dapat memunculkan bintil-bintil yang melepuh dan gatal, serta  umumnya disertai pembengkakan kelenjar getah bening yang berada di daerah sekitar bawah dagu hingga ke area pundak. Sumber: id.wikipedia.org.

Tips sederhana pencegahan dini torch yang sebaiknya Bunda lakukan

Jika sudah mengetahui penyebabnya dengan lebih jelas, sebaiknya Ibu melakukan hal berikut sebagai pencegahan agar kesehatan ibu hamil dan anak dalam kandungan tetap terjaga dan dapat lahir dengan normal nantinya.

  • Kebersihan adalah sebagian dari pencegahan segala macam penyakit. Maka kebersihan rumah dengan baik adalah tips yang baik untuk Bunda lakukan dalam melakukan pencegahan dari serangan penyakit ini. Selain itu, jaga kebersihan diri setelah bepergian ke luar rumah.
  • Bila Ibu memelihara kucing atau anjing, sebaiknya langsung mencuci tangan setelah kontak langsung dengan hewan tersebut.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh
  • Konsultasikan kepada dokter tentang Torch saat melakukan pemeriksaan kehamilan Bunda. Agar dapat cepat mendapatkan penanganan dini apabila hal yang tidak di inginkan ini menghampiri ibu hamil. Sebagian besar dokter akan menyarankan pemeriksaan Torch agar dapat diatasi sejak dini sehingga tidak membahayakan janin dan kesehatan ibu hamil.

Menjaga kesehatan ibu hamil agar perkembangan janin optimal adalah sebuah kewajiban Bunda dan keluarga. Guna mendapatkan buah hati yang sehat dan cerdas dan tak kurang suatu apapun.  Maka dari itu, Bunda agar senantiasa menjaga asupan makanan ibu hamil yang berimbang dan daya tahan tubuh agar tetap di jaga sejak awal kehamilan.

Dengan informasi ini di harapkan Bunda yang dalam masa kehamilan untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan ibu hamil. Untuk membentengi diri dari serangan penyakit torch yang dapat menghampiri sewaktu waktu.

Demikian artikel ini tersaji untuk Bunda dan wanita hamil semua khususnya, semoga bermanfaat. Dan terima kasih telah berkunjung di artikel Bunda.