Waspadai 4 Penyebab Utama Kematian Ibu Hamil Saat Melahirkan

penyebab kematian ibu hamilMasalah kesehatan ibu hamil membutuhkan banyak cara dan tips ibu hamil yang tepat sebelum memasuki tema artikel kali ini. Angka kematian ibu hamil semakin lama semakin memperihatinkan. Setiap tahun angka kematian ibu hamil terus meningkat. Jadi mengapa memperhatikan dan menjaga kesehatan ibu hamil sangatlah penting untuk Bunda lakukan.

Dan untuk mengantisipasi supaya kita selalu berhati-hati dalam menjaga kehamilan, sebaiknya Bunda ketahui apa sih yang menjadi sebab dari kematian ibu hamil yang menakutkan itu. Dan di bawah ini akan di jelaskan secara detainya empat penyebab terbesar dari kematian ibu hamil yang terus meningkat setiap tahunnya. Agar lebih waspada dan pahamnya silahkan simak uraiannya di bawah ini.

4 Penyebab Kematian Ibu Hamil

Perdarahan pada Ibu Hamil

Faktor utama penyumbang kematian ibu hamil ini sangat lah penting untuk Bunda perhatikan. Dalam hal ini adalah kehilangan darah yang terjadi selama kehamilan, selama persalinan, atau setelah persalinan. Dan yang paling sering terjadi adalah perdarahan pada saat persalinan atau melahirkan yang menyebabkan kehilangan darah dan menjadi penyebab utama kematian ibu hamil. Walaupun hal ini dapat dicegah, namun tidak semua kasus perdarahan pada saat persalinan dapat dihindari.

Kenapa kok yang sering kita jumpai pada saat persalinan hal itu terjadi? Sebab dalam kondisi persalinan akan ada kondisi di mana otot rahim kehilangan kemampuan untuk berkontraksi setelah melahirkan, adalah penyebab utama perdarahan yang terjadi dalam masa melahirkan.

Penyebab lainnya pendarahan yang dapat menyebabkan kematian ibu hamil adalah komplikasi dari perdarahan pada saat persalinan termasuk hipotensi ortostatik, anemia, dan kelelahan, yang dapat menyulitkan perawatan pasca melahirkan. Anemia saat melahirkan meningkatkan risiko depresi ibu hamil saat melahirkan.

Jadi, menjaga dengan baik kesehatan dan memperhatikan segala kesehatan kehamilan sebelum masa persalinan perlu Bunda perhatikan sekali.

kematian ibu hamil

Apa sih Eklampsia?

Untuk sebab kematian ibu hamil yang ini juga masih menjadi momok yang menakutkan. Eklampsia merupakan kondisi yang ditandai dengan kejang dan koma saat kehamilan atau pasca melahirkan, sehingga dapat berujung pada kematian ibu. Yang Bunda perlu ketahui bahwa eklampsia biasanya terjadi setelah trimester ketiga kehamilan, dan mayoritas pada saat persalinan dan beberapa hari pertama setelah melahirkan.

Penyebab ini bisa juga merupakan komplikasi berat dari kondisi yang mendahuluinya, yaitu preeklampsia. Preeklampsia, juga dikenal sebagai toxemia kehamilan, ditandai dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi, proteinurea atau protein dalam urin, edema atau pembengkakan umum yang terjadi, dan kenaikan berat badan yang muncul secara tiba-tiba. Sedangkan preeklampsia itu sendiri dapat diidentifikasi pada masa kehamilan dengan memantau tekanan darah, tes protein urin, dan pemeriksaan fisik. Dan preeklampsia dapat mencegah perkembangannya menjadi eklampsia.

Ketahui apa itu Sepsis?

Sebab yang selanjutnya untuk kematian ibu hamil adalah yang di sebabkan oleh bakteri. Mungkin Bunda pernah mendengar istilah Sepsis maternal, ini merupakan infeksi bakteri yang parah, biasanya pada rahim, dan umumnya terjadi beberapa hari setelah melahirkan. Sepsis dapat menyebar dari rahim ke saluran tuba dan ovarium atau ke dalam aliran darah. Infeksi yang terjadi setelah melahirkan ini juga dikenal sebagai sepsis puerperalis. Penyebab utamanya adalah bakteri yang disebut Group A Streptococcus (GAS) yang memasuki tubuh melalui kulit atau jaringan yang rusak saat melahirkan.

Mengenal Infeksi penyebab kematian ibu hamil

Dan untuk penyebab kematian ibu hamil yang selanjutnya adalah infeksi. Dimana infeksi yang paling umum adalah malaria, tuberkulosis, dan hepatitis. Ibu hamil yang terinfeksi penyakit-penyakit tersebut biasanya memiliki gejala yang lebih parah dan memiliki tingkat risiko tinggi keguguran, kematian janin, persalinan prematur, berat badan lahir rendah, dan yang paling menakutkan adalah kematian ibu atau bayi dalam kandungan.

Penyakit Hepatitis adalah infeksi virus yang menyerang fungsi hati. Virus hepatitis B (HBV) adalah penyebab paling umum adalah hepatitis pada ibu hamil, namun virus hepatitis E (HEV) adalah yang paling dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian ibu. Hepatitis E akut dapat memberikan gejala tiba-tiba dalam beberapa hari atau minggu sebelum kematian. Hepatitis dapat dicegah dengan kewaspadaan, imunisasi, dan sanitasi yang lebih baik yang sebaiknya untuk rutin di lakukan.

Demikian uraian mengenai penyebab utama kematian ibu hamil. Tidak ada kebahagian yang lebih besar daripada lainnya ketika Bunda melihat buah hati lahir ke dunia ini dengan keadaan sehat dan cerdas tanpa kurang suatu apapun. Selalu menjaga kesehatan ibu hamil dengan maksimal adalah bentuk usaha untuk merealisasikan hal tersebut dengan di sertai dengan doa yang tulus.

Semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di artikel ini. Jaga selalu kesehatan dan salam Bunda sehat.