Hal Wajar Ini Terjadi di Usia Kehamilan 6 Bulan

Pada masa awal kehamilan 6 bulan Bunda sudah bisa merasakan bayi aktif bergerak. Bahkan ada beberapa tanda bayi sudah mulai lebih jelas terlihat ketika di USG. Mulai dari minggu ke 25 sampai minggu ke-28 akan tampak beberapa perubahan yang terjadi pada bayi dalam kandungan.

Kehamilan 6 Bulan

Bayi tersebut yang awalnya tampak berkulit keriput, ketika dalam usia kehamilan 6 bulan pertama ini sudah akan terlihat sedikit berisi. Kemudian ketika dilihat di USG, rambut bayi sudah mulai terlihat, bayi mulai dapat membuka dan menutup mata, bahkan sudah mulai dapat cegukan. Begitupun dengan beratnya, setiap minggu bayi dalam perut ibu akan mengalami kenaikan berat badan.

Perubahan dan Keluhan Ibu hamil

Karena berat bada bayi yang semakin naik dan kehamilan tepat berada di dekat tulang rusuk, terkadang ibu hamil akan merasa pegal-pegal dan sesak napas. Hal ini sudah sewajarnya mengingat kehamilan yang sudah mendekati trimester ketiga. Selain itu ada beberapa keluhan yang dapat dirasakan oleh ibu hamil di usia kehamilan 6 bulan ini. Seperti nyeri perut bagian bawah.

Hal ini disebabkan selain karena kehamilan 6 bulan bayi aktif bergerak, juga karena kepala bayi yang sudah mulai masukĀ  ke dalam panggul sehingga memberikan rasa sakit pada bagian bawah perut. Ada juga ibu hamil yang mengalami perut kembung, dimana hal ini terjadi diduga akibat dari beberapa faktor. Misalnya dengan perutnya yang membesar pergerakan usus ibu mengalami penurunan sehingga menyebabkan kembung di perut, atau bisa karena terjadinya kenaikan hormon baik itu hormon progesteron maupun hormon estrogen.

Perubahan dan Keluhan Ibu hamil

Selain keluhan yang terjadi pada ibu, pada usia kehamilan 6 bulan ini ada beberapa perubahan yang terjadi pada ibu hamil. Seperti adanya kram pada kaki, insomnia, dan konstipasi pada beberapa ibu ketika menginjak usia kehamilan 25 minggu. Karena berat badan yang semakin naik otomatis perut ibu juga akan semakin membulat. Pada usia kehamilan ini perut ibu akan sebesar bola sepak, sehingga terkadang ada ibu yang merasa kurang percaya diri karena bentuk perutnya, apalagi pada kehamilan pertama.

Cara Cegah Bayi Prematur di Kehamilan 6 Bulan

Kehamilan 6 bulan ini harus benar-benar dijaga oleh ibu karena selain sudah akan menginjak trimester 3 kehamilan. usia ini juga sangat rentan terhadap kelahiran secara prematur. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa prematur merupakan bayi yang lahir di bawah usia 37 minggu. Bayi yang lahir dengan prematur biasanya akan dirawat secara intensif oleh pihak rumah sakit karena organ-organ yang terbentuk belum cukup sempurna.

Lahir prematur juga dapat membuat hal abnormal terjadi pada bayi ketika mulai tumbuh dan berkembang. Kelahiran secara prematur ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti overdistensi kehamilan, dimana terjadinya kontraksi otot yang berlebihan tidak hanya bayinya saja yang harus dirawat, bahkan kesehatan ibu hamil juga perlu perawatan.

Bayi Prematur di Kehamilan 6 Bulan

Oleh sebab itu agar terhindar dari bayi lahir prematur terutama pada usia kehamilan 6 bulan, ibu harus benar-benar menjaganya. Seperti menjaga kebersihan, mengenali tanda-tanda prematur, karena jika ibu terkena virus di khawatirkan kekebalan ibu akan menurun, rutin memeriksakan kehamilan, menjaga pola makan dengan memakan makanan yang sehat untuk ibu hamil, dan hindari merokok dan meminum minuman alkohol.

Tidak lupa minum susu atau vitamin untuk menjaga agar bayi dan ibu tetap sehat. Ibu hamil juga harus dapat mengelola stress nya, karena jika ibu hamil mengalami stress dan depresi maka secara tidak langsung dapat mempengaruhi bayi dalam kandungannya. Dan yang paling penting adalah menjaga agar kontraksi ibu hamil sebelum trimester ketiga ini dijaga agar tidak terlalu tinggi.