Benarkah Bentuk Perut Ibu Hamil Tentukan Jenis Kelamin Bayi Dalam Kandungan?

Dalam masa kehamilan khususnya trimester kedua sampai trimester terakhir usia kehamilan, mungkin Bunda pernah dapat sanjungan ataupun perkataan tetangga, atau sanak saudara yang mengatakan “perutnya menggantung seperti itu, anaknya perempuan nih” Atau “wah…bentuk perutnya bunder nih, anaknya laki-laki itu”.

Pernah kan Bunda dapat komentar yang seperti itu? Atau malah sering Bunda dapatkan. Malah justru ada komentar lain yang lebih parah dan lebih menyakitkan, “kok, hamilnya kecil ya, makan yang banyak dong, biar janinnya cepat besar”. Masih banyak lagi komentar-komentar pedas yang seharusnya tidak usah didengerin, karena ibu hamil mempunyai perbedaan ukuran rahim dalam kehamilan.

Bentuk Perut Ibu Hamil

Memang apabila kita perhatikan secara saksama, perut ibu hamil ternyata mempunyai bentuk yang berbeda. Bentuk perut ibu hamil ada yang membuncit ke atas, ada yang menggantung atau turun ke bawah. Ada yang bundar, ada pula yang lonjong. Dan bukan itu saja, pada wanita hamil yang satu kadang perutnya tampak besar, namun pada wanita hamil lain bisa jadi tampak kecil meski usia kehamilannya sama menginjak masa trimester ketiga atau sama-sama menjelang masa persalinan. Kenapa ini bisa terjadi?

Mengapa bentuk perut ibu hamil berbeda-beda?

Besar-kecilnya perut ibu hamil yang tampak dari luar, tak hanya dipengaruhi oleh besarnya rahim yang terus membesar sesuai usia kehamilan. Namun, kondisi postur tubuh, tebal-tipisnya lemak di perut, serta elastisitas oot-otot perut turut mempengaruhi penampakan dari luar. Dimana setelah diperiksakan mempunyai bobot yang sama sesuai dengan usia kandungan ibu hamil.

Memasuki masa kehamilan perut Bunda secara otomatis akan membesar. Yang menjadi dasar pembesaran rahim adalah karena sel-sel dalam otot polos serta serabut kolagen yang membesar akibat pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang meningkat selama kehamilan.

Selain itu juga, dalam rahim akan terbentuk kantung janin, plasenta, dan janin itu sendiri dalam perut ibu hamil. Sehingga rahim akan menjadi besar saat hamil. Tahukah Bunda bahwa, jika dalam posisi rahim normal atau tidak dalam keadaan hamil, rahim dalam perut mempunyai ukuran yang sangat kecil loh Bunda, rahim normal mempunyai berat hanya 30 gram. Sementara pada kehamilan memasuki masa persalinan pembesaran rahim meningkat jadi 1000 gram. Luar biasa jauh kan? Bunda bisa bayangkan berapa kali lipat beban Bunda yang dibawa-bawa kemanapun selama hamil 9 bulan.

Bentuk postur tubuh ibu hamil

Dalam menilai besar kecilnya kehamilan, kebanyakan orang hanya sekilas melihat pada bentuk perut ibu hamil, tidak melihat secara keseluruhan postur tubuh sang ibu. Berat badan sang ibu turut serta menentukan besar-kecilnya rahim. Misalkan Bunda memiliki postur tubuh yang gemuk, tentu rahimnya akan tampak lebih besar dibandingkan Bunda yang memiliki postur tubuh yang kurus.

Bentuk Perut Ibu Hamil

Pada postur tubuh ibu hamil yang gemuk mempunyai banyak lemak yang terdapat di bagian perutnya sehingga membuat perut kelihatan tebal dan lebih besar. Tetapi ada keunikan tersendiri kala postur tubuh ibu yang gemuk, kehamilan tidak akan terlihat jelas atau seperti biasa saja padahal Bunda telah memasuki usia kehamilan muda. Berhubung lemaknya banyak maka saat kehamilan muda, ciri-ciri ibu hamil muda tak kelihatan secara penglihatan fisik. Ibu hamil yang memiliki postur tubuh yang gemuk baru akan kelihatan kehamilannya saat usia kehamilan 7 bulan ke atas.

Selanjutnya adalah mengenai tinggi badan ibu hamil yang ikut menentukan penampakan besar-kecilnya rahim ibu hamil. Biasanya ukuran perut atau jarak dari tulang kemaluan hingga tulang batas tulang iga bawah juga lebih panjang. Karena itu, untuk orang berbadan tinggi, walau rahimnya membesar, tak akan kelihatan seperti sedang mengandung.

Berbeda halnya dengan Bunda yang memiliki postur tubuh pendek, berhubung jarak antara tulang tulang kemaluan dengan tulang iga bawah juga pendek, maka kalau rahimnya membesar akan kelihatan besar sekali. Dan ini dikatakan normal, kenapa? Karena semuanya mengikuti patokan pembesaran ukuran rahim umumnya. Kesimpulannya, baik untuk Bunda yang memiliki postur tubuh tinggi maupun pendek, yang menjadi patokan ukuran pembesaran rahimnya sama saja.

Kemungkinan kehamilan tunggal atau kembar

Ada kemungkinan apabila besarnya rahim melebihi ukuran normal usia kehamilan. Bunda perlu konsultasikan dengan seksama masalah tersebut dengan dokter. Jangan-jangan dalam kandungan Bunda terdapat dua calon buah hati atau kehamilan kembar? Atau kehamilan tunggal, namun ada sesuatu gangguan yang tentu saja perlu penanganan yang serius. Jadi, lakukan pemeriksaan ibu hamil yang berkelanjutan supaya dapat mengetahui pasti gangguan dan solusi yang terjadi dengan kehamilan tunggal Bunda.

Kehamilan tunggal dapat Bunda periksa secara fisik yang tampak rahim lebih membesar, terutama kalau memang keadaan janinnya besar. Namun, janin yang besar juga harus tahu penyebabnya, apa memang karena turunan atau karena Bunda ada riwayat turunan penyakit kencing manis atau malah hal yang membahayakan seperti ada tumor yang bersarang di dalam rahim.

Untuk berat badan bayi yang normal berkisar antara 2,5 sampai 4 kilogram. Bayi dengan berattubuh di atas 4 kilogram dikatakan bayi besar dan sebaliknya apabila di bawah 2,5 kilogram dikatakan kecil untuk masa kehamilan maupun setelah masa persalinan. Sementara kenaikan berat badan janin dapat di katakan normal apabila terjadi kenaikan antara 100 sampai dengan 200 gram per minggunya selama masa kehamilan.

Apabila rahim terlihat lebih kecil dibanding usia kehamilan Bunda sebaiknya Bunda pun harus mencari tahu apa penyebabnya. Apakah usia kehamilan memang tak sesuai? Atau merupakan salah menghitung usia kehamilan? Dan bila kasusnya seperti itu, maka solusi yang di lakukan dokter adalah dengan melakukan USG. Dengan hasil dari USG tersebut akan kelihatan kondisi plasenta dan air ketuban. Dari kondisi janin, kita cocokkan perkembangannya dengan usia kehamilannya yang sebenarnya.

Bentuk Perut Ibu Hamil

Tambahan informasi lagi, apabila rahim ibu hamil kecil bisa juga karena janinnya memang tergolong pertumbuhan janin terhambat. Hal ini berarti harus pula dicari penyebabnya, apa karena ada kelainan plasenta? Misal saja, plasenta cepat tua atau terjadi pengapuran dan lilitan tali pusar. Bisa juga karena ibunya menderita diabetes, tekanan darah tinggi, atau kurang gizi. Jika halnya demikian, kelainan pada ibu hamil harus diperbaiki terlebih dahulu.

Otot perut ibu hamil yang elastis

Hukum elastisitas tetap sama, dan itu pun berlaku untuk otot perut ibu hamil. Elastisitas otot perut juga menentukan penampakan ukuran rahim. Untuk elastisitas perut yang masih kuat dan baik, rahim akan terlihat membuncit dan tegak, sedangkan pada elastisitas otot perut yang sudah kendor, rahim kelihatan jatuh atau perut gantung. Biasanya terjadi pada kehamilan pertama Bunda.

Yang perlu Bunda diketahui adalah di bawah lapisan kulit perut terdapat jaringan bawah kulit. Dimana ada otot dan selaput tebal yang bertugas menahan perut agar tak menggembung berlebihan di bawahnya. Jika, setelah selesai makan usus akan mengembang besar. Nah, kalau tak ada penahan, perut akan menggembung sesuai pengembangan usus. Namun dengan adanya penahan, dinding perut tetap rata dan hanya menggembung sedikit saja.

Perut yang menggantung sering terjadi pada kehamilan anak kedua dan seterusnya, juga sering menimpa kepada Bunda yang malas untuk melakukan atau malah tidak pernah sama sekali melakukan aktivitas olahraga. Yang akan terjadi adalah otot penahan perut jadi kendor bukan? Apabila elastisitas otot perutnya sudah tak baik, maka jika perut membesar saat hamil akan tampak jatuh, bukan iklan sampoo ya Bunda? Hehehehe.

Kesimpulannya adalah tidak benar adanya apabila ada komentar mengenai bentuk perut ibu hamil yang membuncit pertanda anak yang akan dilahirkan berjenis kelamin lelaki, sedangkan yang perutnya gantung nanti anaknya akan berjenis kelamin perempuan. Untuk yang rahimnya membuncit atau tegak, tentu jadi kelihatan lebih kecil dibanding yang menggantung.

Demikian ulasan cantik mengenai pengaruh bentuk perut ibu hamil dengan jenis kelamin bayi yang akan lahir. Apakah ini sebuah fakta atau mitos ibu hamil? Bunda serahkan semuanya kepada Bunda sekalian. Toh, semua jenis kelamin bayi yang akan lahir ke dunia ini akan di terima dengan bahagia. Karena semuanya adalah anugerah, amanah dan titipan besar yang dipercayakan Tuhan kepada Bunda. Semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung. Dan salam Bunda sehat.