Apa Saja Perawatan Setelah Melahirkan Yang Perlu Bunda Lakukan?

Anggapan yang salah mengenai selesainya urusan setelah melahirkan. Semuanya itu adalah keliru besar, sebab masih ada yang harus perhatikan pasca ibu melahirkan, baik itu persalinan normal maupun persalinan caesar.

Perawatan pasca melahirkan atau sering disebut dengan masa nifas perlu penanganan yang serius dan wajib hukumnya untuk Bunda ketahui hal apa yang harus Bunda lakukan setelah melahirkan.

Dilihat dari kacamata medis pun perawatan setelah melahirkan penting sekali untuk dilakukan. Apabila tidak diperhatikan, kemungkinan terjadi hal yang buruk dapat menimpa sang ibu, seperti terjadi demam, komplikasi, infeksi, dan sebagainya.

Perawatan Setelah Melahirkan

Sebenarnya apa saja, sih, perawatan pasca melahirkan itu? Mari kita simak penjelasan berikut ini.

Perawatan setelah melahirkan Pada persalinan normal

Yang sering terjadi pada persalinan normal adalah pendarahan. Dalam pemantauan dokter yang biasanya dilakukan dengan melihat kesadarannya selepas melahirkan, tekanan darahnya, pernafasannya, serta perdarahan pada alat kewanitaannya. Perdarahan yang normal harus berjumlah di bawah 500 cc, sejak dari persalinan hingga masa pemulihan.

Akan tetapi jika pendarahan lewat dari 500 cc sudah dianggap perdarahan, jika terjadi dalam waktu 24 jam dinamakan perdarahan dini. Ia harus diteliti lagi, kenapa terjadi perdarahan banyak tersebut? Apakah rahimnya tidak mau berkontraksi atau jalan lahirnya robek? Jika rahimnya tak mau mengkerut secara otomatis, maka pembuluh darah tetap akan terbuka, akibatnya timbul perdarahan. Untuk itu akan diberi obat-obatan agar bisa mengkerutkan rahim itu.

Jika rahim sang ibu bagus, maka jalan lahir bayi yang harus diteliti, yaitu bila ada pembuluh darah di bawah jahitan yang tidak ikut terjahit, sehingga bisa perdarahan di bawah jahitan tadi. Nah, kalau ini terjadi, alat vital bisa membengkak sebesar kelapa. Untuk itu harus dibersihkan, kemudian dijahit kembali. Apabila sebelum satu hari setelah melahirkan normal, jaringan masih segar sehingga penjahitan ulang masih bisa dilakukan.

Perawatan pasca persalinan caesar

Anggapan mengaenai persalinan secara caesar akan lebih sedikit perawatan setelah melahirkan ternyata salah besar. Justru pada perawatan setelah melahirkan dengan cara caesar semakin banyak hal yang harus diperhatikan. Karena biasanya pada persalinan dengan caesar mempunyai sifat yang emergensi atau darurat. Bagaimana tidak, sebab pada persalinan caesar memang menjadi sebuah alternatif terakhir cara melahirkan setelah melahirkan menggunakan vakum.

pasca persalinan caesar

Keputusan bidan dalam menentukan bahwa Bunda haruslah menjalani persalinan caesar cukup menguras tenaga dan pikiran. Mengurus surat-surat dan lain sebagainya sudah membuat Bunda dan suami pusing ditambah lagi rasa khawatir dalam menghadapi operasi caesar.

Namun, semuanya akan indah dan bahagia pada waktunya, setelah Bunda sadar dari operasi caesar yang sudah ada di dekatnya Buah hati yang selama ini din anti dengan penuh kasih sayang.

Walaupun cara melahirkan dengan cara caesar ini relatif sebentar, namun yang perlu sangat diperhatikan adalah anjuran dokter tentang perawatan ibu hamil setelah persalinan caesar. Ditakutkan luka bekas operasi dapat mengalami pendarahan yang tidak di inginkan. Dan sebaiknya, konsultasikan dengan sangat teliti perawatan yang harus Bunda jalani pasca melahirkan dengan cara operasi caesar ini.

Memperhatikan apakah ada infeksi pada masa nifas

Walaupun hal ini mutlak terjadi pada persalinan normal, namun masa nifas ini berlaku juga untuk persalinan caesar, dimana masa nifas atau keluarnya darah kotor pasca melahirkan. Baik persalinan normal maupun caesar perdarahan tersebut dapat memacu terjadinya infeksi. Infeksi pada masa nifas ini dipicu oleh keadaan yang menurunkan daya tahan sang ibu. Biasanya, karena perdarahan banyak, maka daya tahan pasien juga jadi lemah.

Perawatan Setelah Melahirkan

Infeksi pada masa nifas umumnya ditandai dengan suhu yang melebihi 38 derajat. Apabila suhunya tinggi harus waspada, bukan hanya sekadar kurang minum tetapi ada sebab lain yang perlu di waspadai. Penyebab infeksi inilah yang harus segera dicari tahu ke doktera. Yang bertujuan penting untuk memberikan obat yang tepat sesuai jenis kuman yang menginfeksi. Kalau infeksi ini terlambat ditangani, bisa seluruh tubuh terkena infeksi loh Bunda.

Menormalkan kembali rahim dan alat kewanitaan seperti sediakala

inilah salah satu anugerah Tuhan yang diberikan kepada wanita khususnya, jika melahirkan normal maka rahim secara otomatis akan mengkerut dengan sendirinya. Pada saat sebelum lahir, rahim akan membesar hingga setinggi diafragma. Nah, pas bayi lahir, rahim akan mengkerut hingga mencapai pusat. Saat ari-ari lahir, ia berada 2 jari di bawah pusat. Sesudah hari ke-5, dia berada di bawah pusat antara pertengahan tulang kemaluan dan pusat. Hari ke-12, rahim sudah tidak teraba kembali. Sungguh sangat luar biasa.

Membutuhkan waktu berapa hari kah untuk menormalkan rahim seperti sedia kala? Dan semuanya tergantung jenis persalinan yang Bunda jalani. Apabila melalui persalinan normal maka waktu yang biasa dan normalnya adalah 40 hari, dan untuk untuk waktu idealnya adalah 60 hari.

Dan perawatan alat vital kewanitaan setelah melahirkan sebaiknya sangat rutin untuk selalu dibersihkan. Apabila selesai buang air hendaknya digosok menggunakan sabun pada semua bagian dengan merata. Tentunya dengan baby soap yang halus yang tidak mempunyai bau yang menyengat. Jangan sekedar disiram, sebab jika hanya sekadar disiram, lemak-lemak yang bertumpuk pada area alat kelamin bisa menjadi lengket. Dan lama-kelamaan dapat mengakibatkan infeksi. Dan akan membuat jahitan terlepas.

Susah untuk buang air

Sangat dianjurkan sekali setelah melahirkan untuk Bunda banyak minum air putih. Di usahakan dengan minimal 2 sampai 3 liter air putih per harinya. Karena jalan lahir bayi dan tempat kencing berdekatan sekali maka perlu juga adanya penyiraman agar bersih.

Apabila Bunda sudah banyak mengonsumsi air putih sesuai daran tersebut di atas, namun masih sulit juga untuk kencing, maka sebaiknya Bunda harus waspada. Karena ternyata, keluhan semacam ini paling sering terjadi setelah melahirkan. Ada indikasi besar terjadinya infeksi pada saluran kencing. namun, bisa jadi hanya faktor psikis saja, karena takut jahitannya terkena air kencing dan membuka kembali. Saat kebelet kencing pun ditahan. Padahal itu justru bahaya karena bisa mengakibatkan infeksi pada ginjal. Sebaiknya hal itu jangan Bunda lakukan.

Sedangkan pada kasus lain, hanya dapat kencing tapi hanya dalam jumlah yang sedikit-sedikit seperti anyang-anyangen. Dalam hal itu, akan dilakukan pemompaan dengan sistem buka-tutup. Sehingga kandung kencing terlatih untuk mengisi dan mengeluarkan seperti sediakala.

Keluhan buang air besar pun akan sering terjadi pasca melahirkan. Hal ini, bisa jadi memang karenakonsumsi makanan ibu hamil yang ada sesuatu yang mengakibatkan susahnya buang air besar. Akan tetapi, apabila dalam kurun waktu dua hari tak kunjung buang air besar akan dirangsang dengan obat agar dapat lancar dan normal kembali.

Pasca melahirkan secara normal dengan jangka waktu delapan jam setelahnya, Bunda diharapkan sudah dapat bermobilisasi. Hal ini bertujuan agar sirkulasi darahnya menjadi baik dan juga untuk mencegah trombosis atau penyumbatan pada pembuluh darah pada kaki. Buang rasa malas Bunda untuk hal ini agar terhindar dari pembengkakan.

Perawatan Pasca Melahirkan

Bunda tidak perlu mengkhawatirkan jahitan akan lepas dengan Bunda bergerak sehat. Sesudah satu hari, jahitan itu sudah mulai bersatu dengan daging, so jangan khawatir lepas. Selain bertujuan untuk sirkulasi, mobilisasi pasca melahirkan normal juga perlu agar jahitannya tak beku. Dan bagi Bunda yang menjalani dengan persalinan bedah caesar, maka Bunda harus bergerak setelah sehari setelah operasi caesar dilakukan. Ada tambahan catatan, setelah 12 jam operasi caesar tidurnya harus miring kiri dan kanan, agar tidak terjadi penumpukan volume darah pada salah satu pembuluh darah yang akan malah membahayakan untuk Bunda.

Demikian uraian tentang perawatan setelah melahirkan yang sebaiknya Bunda perlu sekali untuk mengerti. Gangguan sekecil apa pun yang menimpa Bunda pasca melahirkan sebainya segera konsultasikan pada dokter atau tenaga medis lainnya, agar bisa ditangani dengan tepat dan cepat. Akhirnya, semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih telah berkunjung. Dan salam Bunda sehat.