Mengenal Gejala, Deteksi dan Cara Pengobatan 3 Jenis Kanker Rahim

Mencegah akan lebih baik daripada mengobati. Mungkin semboyan ini sangat tepat untuk masalah kesehatan wanita yang satu ini. Angka kematian terus meningkat yang disebabkan oleh penyakit jenis ini. Kanker rahim adalah suatu penyakit yang biasa menghampiri kaum hawa. Penyakit kanker rahim yang disebabkan virus ini terbilang menjadi momok menakutkan bagi kaum wanita.

Dan tahukah Bunda bahwa kanker rahim ternyata mempunyai lebih dari satu macam. Akan tetapi yang cukup jelas ditemui dibanyak kasus ada tiga jenis yang paling banyak banyak menyerang wanita. Semuanya menyerang pada alat vital kewanitaan. Nama penyakit kanker tersebut di antaranya adalah kanker serviks atau leher rahim, kanker ovarium atau indung telur, dan kanker endometrium atau badan rahim.

Kanker rahim

Untuk lebih jelasnya, dibawah ini akan dipaparkan secara detail dan berurut, bagaimana gejala, cara pendeteksi secara dini dan juga cara pengobatan semaksimal mungkin. Mari kita simak ulasannya berikut ini.

Kanker serviks atau leher rahim

Bagaimana gejala yang muncul?
Gejala kanker serviks adalah terdapat keputihan yang berlebih, mempunyai aroma yang sangat menyengat atau berbau busuk yang tak jua kunjung sembuh. Tidak semua keputihan yang melanda seorang wanita sebagai pertanda adanya kanker dalam rahimnya. Oleh karena, keputihan pun dapat disebabkan karena ada rangsangan lain. Oleh sebab itu, misalkan timbul keputihan yang secara tidak wajar sebaiknya bunda periksa ke dokter, untuk memastikan dengan seksama dan bentuk dari kehati-hatian Bunda.

Adakah gejala lain yang ditimbulkan? Ada. Biasanya terdapat perdarahan di luar siklus menstruasi. Terlebih, sebagai pertanda adalah perdarahan setelah berhubungan intim. Gejala ini untuk mengetahui secara akuratnya pun Bunda harus diperiksa dokter, karena perdarahan dapat juga terjadi karena gangguan hormon yang tidak seimbang.

Gejala Kanker Serviks

Apabila kanker serviks sudah pada ambang stadium 3 ke atas, maka gejala yang akan terjadi adalah pembengkakan pada anggota tubuh, seperti pada paha, betis, tangan, dan sebagainya. Namun, apabila masih dalam tahap prakanker justru gejala-gejala seperti ini tidak akan muncul.

Bagaimana cara mendeteksinya?
Jika Bunda adalah seorang yang sudah memiliki pasangan atau sudah menikah, maka otomatis pernah melakukan hubungan suami istri. Nah, cara untuk mendeteksi penyakit kanker serviks adalah dengan cara melakukan pemeriksaan secara rutin, lakukan secara berkala minimal satu tahun sekali. Cairan yang di ambil dari serviks kewanitaan Bunda yang akan diperiksa. Hal tersebut akan mendeteksi prakanker sampai kanker sehingga apabila gejala dan indikasi sudah diketahui akan cepat mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagimanakah pengobatannya?
Hal pertama pengobatan dalam mengatasi kanker serviks adalah dengan cara operasi. Operasi pun ada tiga jenis operasi, yaitu opresi sederhana, besar dan khusus. Operasi sederhana dilakukan pada tingkat stadium awal, tau disebut juga dengan konisasi atau pemotongan rahim dimana memotongnya seperti kerucut. Karena dalam stadium awal atau prakanker dari nol sampai stadium 1A kanker masih berada di sel-sel selaput lendir. Hal ini dilakukan apabila masih ada keinginan pasien untuk hamil kembali. Apabila tidak, maka akan dilakukan histerektomi simple atau dengan cara mengangkat rahim secara keseluruhan agar kanker tak kembali datang menghampiri.

Yang kedua, dengan cara histerektomi radikal, dimana rahimakan seluruhnya diangkat, juga bagian alat kewanitaan, serta penggantung rahim yang sangat dekat dengan panggul. Cara ini akan dilakukan bila kanker sudah stadium 1B sampai 2A/2B. pengobatan ini terbilang aman juga, sebab apabila masih haid, indung telur akan ditinggal. Walaupun sebagian alat vital wanita dipotong tak berarti tak bisa berhubungan intim, hal tersebut masih dapat Bunda lakukan.

Dan yang terakhir apabila kanker serviks sudah berada dalam stadium 2B ke atas, operasi tak lagi bisa dilakukan, melainkan dengan radiasi atau penyinaran. Sayangnya, penyinaran memiliki komplikasi, yaitu indung telur ikut mati terkena radiasi penyinaran. Yang berakibat hormon pun mati. Dan perlu diketahui bahwa hormon sangat penting untuk gairah seksual dan masa menstruasi.

Ada juga yang menggunakan pengobatan dengan cara kemoterapi. Pengobatan ini dilakukan apabila operasi dan radiasi tidak memungkinkan lagi. Misalkan saja dalam setahun sudah pernah diradiasi, sehingga tak mungkin dilakukan radiasi lagi karena dikhawatirkan terjadi komplikasi. Dan yang menjadi masalah sekarang adalah mahalnya biaya yang harus dikeluarkan pengobatan kanker dengan cara kemoterapi.

Kanker ovarium atau indung telur

Inilah gejala yang timbul,
ketidaknyamanan merupakan hal yang umum terjadi pada gejala kanker ovarium, seperti perut begah dan terasa kembung. Namun gejala ini tidak begitu jelas untuk dipaparkan, dan juga, kebanyakan justru tidak merasakan gejala apapun.

Gejala lain selanjutnya adalah perut terasa besar, nyeri pada panggul, terasa ada benjolan, gangguan buang air besar dan buang air kecil yang diakibatkan penekanan pada saluran pencernaan dan saluran kencing. lebih dari itu, pada keadaan yang lebih lanjut lagi, bisa terjadi penimbunan cairan di rongga perut sampai mengalir ke rongga dada, sehingga perut tampak sangat membuncit.

Kanker ovarium

Inilah cara mendeteksinya,
Saking sulitnya mendeteksi kanker ovarium, karena berada didalam organ yang sangat vital sangat sering terjadi keterlambatan deteksi akibat sulit mendeteksinya pada stadium dini. Dan biasanya kanker ovarium atau indung telur ini ditemukan lewat pemeriksaan dalam. Tandanya adalah apabila ditemukan kista, segera akan dilakukan USG, apakah terdapat tanda-tanda kanker atau tidak.

Tidak semua semua kista juga akan menjadi kanker rahim. Kista yang mengarah kanker biasanya kalau di lihat dari hasil USG akan terlihat bersekat-sekat, dindingnya tebal dan tidak beraturan.

Pengobatan yang tepat adalah,
Dengan dilakukan operasi yang dilanjutkan dengan terapi. Dan komplikasinya yang akan terjadi biasanya adalah mual, muntah, atau rambut rontok. Sedangkan untuk kemoterapi tidak diberikan pada penderita kanker ovarium stadium awal.

Kanker endometrium atau badan rahim

Gejala yang terjadi adalah,
Mengalami perdarahan, terlebih pada wanita usia senja atau pada pasca menopause atau wanita yang mengalami masa di luar masa menstruasi. Dan juga pada wanita yang datang bulannya sangat lama dan banyak keluarnya. Hal ini terjadi karena dengan haid lama dan banyak, maka berarti endometriumnya semakin menebal.

Kanker endometrium

Cara deteksi secara dini,
Berhubung gejala awalnya berupa perdarahan,umumnya penderita akan lebih awal melakukan pemeriksaan sehingga sebagian besar penyakit ini diketahui pada stadium awal. Pemeriksaan USG dilakukan untuk melihat seberapa ketebalan dinding edometrium. Selanjutnya dilakukan kuretase. Dan untuk memastikan cairan tersebut akan diperiksa lebih lanjut ke laboratorium.

Untuk pengobatan kanker endometrium adalah dengan cara operasi yang dilanjutkan dengan radiasi atau kemoterapi.

Demikian rangkuman mengenai tiga jenis kanker rahim yang perlu Bunda ketahui, dan semoga saja bermanfaat untuk Bunda sebagai ladang informasi dini tentang kanker rahim. Terima kasih telah berkunjung dan salam Bunda sehat.